Teks Saja
Search

PM Libanon: Pemerintahan Baru Akan Segera Diumumkan

05/07/2008

Lebanon's Prime Minister Fuad Siniora during press conference at Government House in Beirut, 10 May 2008
PM Fuad Siniora
PM Libanon mengatakan faksi-faksi yang bersaing di negara itu sudah mendekati kesepakatan yang akan mengakhiri ketegangan berpekan-pekan dan membentuk sebuah pemerintahan persatuan nasional.
 

PM Fuad Siniora mengatakan upaya untuk membentuk sebuah pemerintahan baru berlanjut dan bahwa ia yakin persetujuan akan segera dicapai.  PM Siniora mengemukakan hal itu hari Sabtu setelah pertemuan dengan pemimpin oposisi dari golongan Kristen, Michel Aoun.

Pemerintah Libanon yang pro Barat dan golongan oposisi telah menghadapi kemacetan mengenai pembagian kursi kementerian kunci, meskipun sudah ada  persetujuan yang ditengahi Qatar bulan Mei yang telah menghindarkan negara itu dari keadaan hampir terjadi perang saudara. 

Berdasarkan persetujuan itu, koalisi yang berkuasa akan mempunyai 16 menteri dalam kabinet yang beranggotakan 30 orang. 

Kelompok militan Hizbullah dan sekutu-sekutunya akan memperoleh 11 kursi dan kekuasaan untuk menghalangi semua keputusan pemerintah.  Persetujuan itu tidak mengharuskan Hizbullah untuk melakukan perlucutan senjata.

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Israel Setujui Pertukaran Tahanan Dengan Militan Hezbollah Libanon
 
  Berita Utama
Rice Desak Pakistan Kerjasama dalam Investigasi Serangan Teror di Mumbai

  Berita Lainnya
Sheik Sabah al-Sabah Tunjuk Kembali Sheik Nasser al-Sabah Sebagai Perdana Menteri
Perancis Desak Uni Eropa Bahas Pengiriman Pasukan ke Republik Demokratik Kongo
Pemboman di Baghdad dan Mosul Tewaskan 30 Orang
Obama akan Umumkan Pencalonan Hillary Clinton di Chicago
Ribuan Pendukung Pemerintah di Bangkok Kecam Demonstrasi Tuntut Somchai Mundur
Endeavor Berhasil Mendarat di Pangkalan AU Edwards, Kalifornia
Tiongkok Tolak Kritik Karena Eksekusi Ilmuwan yang Dituduh Mata-Mata
Utusan PBB ke Irak Peringatkan Militan akan Coba Ganggu Pemilu Provinsi