 |
PM Thailand, Samak Sundaravej
|
PM Thailand Samak Sundaravej
mengatakan PBB harus berhenti memusatkan perhatian pada pembebasan pemimpin
demokrasi Aung San Suu Kyi dalam pembicaraan dengan para pemimpin militer
Birma.Sebaliknya, kata Samak, PBB harus
memusatkan perhatian pada pemilu Birma yang akan datang dan konstitusi baru
untuk menghadirkan demokrasi ke Birma.
Samak memberi komentar tersebut hari
ini dalam pertemuan dengan utusan khusus PBB, Ibrahim Gambari.
Gambari mengunjungi Birma mingu lalu,
tapi tidak dapat bertemu dengan Aung San Suu Kyi, yang menolak bertemu
dengannya.
Pihak oposisi Birma, Liga Nasional
untuk Demokrasi menyebut perjalanan Gambari sia-sia karena dia gagal bertemu
dengan pemimpin tinggi negara itu, Jendral Than Shwe, dan pemimpin oposisi lainnya
dari kelompok kesukuan.
Para pemimpin militer Birma telah
menciptakan apa yang mereka sebut peta jalan menuju demokrasi bagi negara itu
dan rencana untuk melangsungkan pemilu tahun 2010.
Konstitusi yang kontroversial telah
setujui sebelumnya tahun ini, yang menjamin kelanjutan peran militer dalam
pemerintahan.