 |
Perdagangan minyak di NYSE |
Kekawatiran bahwa krisis
keuangan dunia kian buruk telah
menyebabkan harga minyak anjlok pada kisaran 80 dolar per barel. Harga minyak mentah berjangka
sempat turun lebih dari 7 dolar, menjadi 79 dolar 57 sen per barel dalam perdagangan
pagi hari di New York sebelum perlahan naik kembali. Untuk minggu ini harga minyak
turun lebih dari 15 persen dan telah turun lebih dari 45 persen sejak mencapai
rekor tertinggi lebih dari 147 dolar per barel pada bulan Juli.
Jatuhnya harga minyak terjadi
setelah Badan Energi Internasional (IEA) kembali menurunkan prospek permintaan
minyak dunia. Menurut IEA, permintaan
minyak akan naik setengah persen, sementara krisis keuangan terus mengerogoti
kesehatan perekonomian global. Pejabat
IEA juga memperingatkan bahwa ketatnya pasar kredit akan merugikan produksi
minyak, dengan membatasi investasi untuk infrastruktur yang dibutuhkan.
Sementara itu, indeks pasar
saham Amerika jatuh sampai 6 persen dalam beberapa menit setelah dibuka hari
Jumat ini, sementara para investor cemas akan terhambatnya pasar kredit dan
kemungkinan resesi.Tapi dalam sesi perdagangan
yang marak, kerugian menipis dan sebagian berbalik mendapat kenaikan dalam jam
pertama. Harga saham terus naik turun.
Harga saham Eropa turun tajam
pada perdagangan tengah hari Jumat ini. Indeks Financial Times London merosot
311 poin, atau tujuh persen, menjadi 4.002. CAC-40 di Paris turun 265 poin,
atau lebih dari tujuh setengah persen, menjadi 3 ribu 177, dan indeks DAX di
Frankfurt turun 296 poin, atau delapan persen, menjadi empat ribu 491.
Di New York, indeks bursa
berjangka S&P turun 22 poin, yang mengisyaratkan pembukaan yang lebih
rendah lagi bagi harga saham Amerika. Indeks Nikkei di Tokyo merosot 881 poin,
lebih dari sembilan setengah persen, ditutup menjadi 8 ribu 276, ini adalah
penurunan terbesar sejak krisis bursa saham tahun 1987.
Indeks Hang Seng di Hongkong
turun 11 ribu 46 poin, atau tujuh persen, dan di akhir perdagangan ditutup pada
14 ribu 797.
Harga emas turun lebih dari
12 dolar menjadi 900 dolar 77 sen per ons.
Dolar Amerika lebih rendah
terhadap Yen tapi menguat terhadap Euro.